23; Sebuah Rasa dan Segenggam Mimpi
Tak seperti pagi biasanya, hari ini gadis yang duduk di depan laptop yang menyala itu tidak ditemani segelas kopi. Pagi ini dia bersama segelas cokelat panas. Sudah seminggu lebih ia tak lagi sekolah karena menunggu hasil kelulusan sekolahnya dan hanya berdiam diri di rumah sambil melakukan hal-hal yang sekiranya bermanfaat untuknya. Seperti pagi sebelumnya laptop yang menyala itu menampilkan halaman sebuah web belajar online, dia – Rani, sedang memperhatikan video berisi soal-soal yang sedang dijelaskan oleh mentor web tersebut. Rani melirik kearah jam yang berada di pojok bawah tampilan laptopnya. Sudah dua jam setengah dia belajar pada hari ini dan itu membuat kepalanya pusing karena memperhatikan layar terus menerus. Akhirnya setelah menyelesaikan menonton soal yang sedang dijelaskan oleh mentor, dia memilih untuk menutup tab tersebut dan membiarkan laptopnya seperti itu saja, kemudian berdiri untuk merenggangkan tubuhnya dan membawa cangkir cokelat panasnya yang telah kosong...